Ego ‘mereka’ dan saya

knp org2 semacam ‘mereka’ mengganggu saya? prakiraan saya adalah mungkin Karena mereka adalah juga bagian dari hidup saya. And the problem is: hal yang mengganggu itu adalah bagian dari hidup mereka.

Entah apapun itu, inti dari permasalahan ini adalah ego.

Ya, ego.

Baik ego saya ataupun ego mereka.

Ga bisa dipungkiri kalo kita semua punya ego dan kadang2 harus menekannya untuk kepentingan orang lain. Tapi, terkadang kita tidak ingin menekannya dan jadilah sebuah permasalahan.

Tapi kali ini masalah berawal bukan dari ego saya. Tapi mereka. Ego saya juga memang ada andil di situ, itu sudah pasti.

mungkin sebelumnya saya harus bilang dulu kalau masalah ini berada dalam pikiran saya dan bukan ada di tengah saya dan mereka

Saya selalu mencoba berbuat yang saya pikir adalah yang terbaik untuk semua pihak. Tapi memang selalu muncul godaan untuk bertindak menurut ego saya sendiri. Dan itu perlu. Segala sesuatu yang seseorang lakukan ga bisa cuma untuk orang lain saja. Saya dan Anda ga perlu munafik ttg hal ini.

Tapi hal2 berdasar ego itu tetap saja perlu pertimbangan: Jangan melukai orang lain, jangan merugikan orang lain. Dan itu yang mereka lupakan!

Cth:

Barusan aja, gw diSMSin sm tmn gw, yang mau ngirim tgs OR yg nyari2 artikel gt. Gw emg udah bilang klo itu tgs klo bnr2 ga bs diprint, kirim ke gw aja biar ga berat2in mereka. (di sini, ‘gw’ udah berusaha menekan ego-nya).

Tapi ada 1tmn gw yg dulunya tmn baek gw–tp skrg kyknya dia udh menemukan orang laen yg dia anggap orang yg lebih baik drpd gw– yang mau kirim lewat email artikel itu.

Gw udah ngomong baik2 ‘klo smua yang di kel kita kirim email artikel itu ke gw smua, apa ga gempor printer gw?’ Memang saat itu, printer gw udah mau abis. (Di sini, keadaan yang memaksa ‘gw’ untuk mengeluarkan egonya sndr).

Trs, tmn gw itu membalas dgn sms yang isinya nyuruh gw buat kirim email ke org laen biar org itu yang print buat dia dan gw.

Gw pun bertanya, siapa?

Dia bilang terserah gw. trs say Goodbye.

Nice isn’t it?

Gw jg ga tega kirim itu ke anggota kelompok laen. Dan di kelompok itu, gwlah yang selalu bekerja paling keras. (Di sini, ego dia sudah ditekan terus menerus dan saya harap egonya tidak meledak dan menimbulkan hal yang tidak baik.)

Gw bnr2 bete, knp ga dia yang nyari, secara harusnya itu tanggung jawab dia. Gw bukan ketua kelompok, apa gw babu bwt dia? Knp lempar tgg jawab ke gw?

Menurut saya, kalimat terakhir ‘gw’ itu adalah pelampiasan ‘gw’ atas ketidak tersampaian ego-nya. Dan dia hanya bisa menyampaikannya kepada saya. Dia pun hanya bisa pasrah mengeprint artikel temannya itu. Menyedihkan bukan?

mungkin memang terdengar seperti menghiperbolakan suatu hal semacam itu. Tapi, hal seperti itu yang terjadi berulang kali benar2 bisa membuat Anda sedih sekali bahkan rasanya mau menangis.

Mungkin tidak

Saya harap tidak

Jangan sampai kalah oleh mereka. Anda adalah orang yang terlalu berharga untuk dikalahkan dan dibuat menangis oleh mereka. (Dan ini adalah motivasi berdasarkan ego)

memang bukan manusia namanya kalau tidak punya ego..

2 Responses to “Ego ‘mereka’ dan saya”

  1. driii….

    g juga termasuk yah??>..<

  2. termasuk apa yah? :D

Leave a Reply