Santai Dong!!

“Santai”

Itu kata yang sebenarnya harusnya bertujuan untuk menenangkan atau membuat santai lawan bicaranya. Tapi akhir-akhir ini saya lebih merasa panas daripada ditenangkan kalau ada yang berkata seperti itu pada saya.

Ya. Kalimat sederhana dengan nada yang tidak membuat enak: “Santai dong!!”

Kalau ditelaah lagi kenapa kalimat itu membuat saya tidak senang, kemungkinan besar adalah karena saya tidak merasa melebih-lebihkan kalimat yang saya ucapkan sampai lawan bicara saya harus meresponnya dengan “santai dong” itu..

Sebenarnya kalimat itu saya anggap sebagai parameter cara berbicara saya. “Santai dong” tersebut seharusnya keluar apabila saya sudah berbicara dengan nada dan perasaan ‘tidak santai’ dan biasanya apabila saya memang merasa saya sudah berbicara dengan nada agak marah atau tidak mengenakkan, saya akan tertawa atau mencoba mengembalikan situasi ke situasi yang lebih nyaman untuk melanjutkan pembicaraan.

Tapi kalau saya tidak merasa saya telah berbicara dengan kata2 atau nada yang kurang mengenakkan tapi kata itu dilontarkan, saya akan memilih menghentikan pembicaraan sampai saya merasa baikan. Atau kalau efeknya pada saya sudah mencapai batas atau malah lewat, kemungkinan saya akan khilaf dan memusuhi orang itu atau melawan.

Tidak baik memang. Tapi itu sikap defensif yang menurut saya masih dalam tahap wajar karena saya tidak mau dilukai perasaannya. Lagipula saya tidak bisa lama-lama memusuhi orang, pasti saya akan minta maaf pada orang itu atau setidaknya menganggap kejadian itu hanya bagian dari bumbu dalam berelasi. Cabe atau cuka lah begitu.

Dan selain “santai dong” ada juga banyak celetukan yang menurut beberapa teman saya membuat panas, seperti: “(Ras tertentu) loe!”, “(Binatang tertentu) loe!”, “Apaan sih??!” seolah2 lawan bicaranya merasa dia se-annoying lalat di restoran, dll.

.

Saya mengambil kesimpulan dari hasil pemikiran saya tentang saya. (Narsis sekali kedengarannya)

Kata-kata itu luas sekali kegunaannya. Mendukung, menjatuhkan. Menguatkan, melemahkan. Membuat mengerti, membuat pusing. Melahirkan pertanyaan, melahirkan jawaban. – Dan seterusnya, nanti terlalu panjang.. :| -Itu tergantung pada apa tujuan Anda merangkai kata-kata tersebut. Itupun kalau lawan bicara Anda menangkap maksud Anda dengan benar.

Tidak selalu kata-kata yang Anda dengar, yang Anda respon baik dengan kata-kata jawaban, perasaan Anda, atau gerakan Anda, adalah benar seperti yang dimaksudkan oleh pengucapnya. Itulah yang kita ketahui sebagai Miscommunication atau Misunderstanding.

Kadang akibatnya tidak terlalu buruk, atau tidak terlalu berpengaruh. Tapi bisa juga merusak relasi Anda dengan orang lain. Syukur apabila hubungan itu masih bisa diperbaiki dengan kata maaf. Tapi, Anda pun tahu, GENGSI itu kadang harganya bisa jauh tinggi melambung melebihi harga BBM yang terus saja naik..

Tapi bisa juga malah jadi baik efeknya. Yang tadinya melontarkan perkataan yang dia maksudkan untuk mencela, malah terlihat seperti bercandaan untuk Anda, sehingga Anda tidak merasa dicela oleh dia. Atau kalimat biasa untuk dia malah mengingatkan sesuatu yang Anda lupakan, dan gara-gara dia Anda jadi ingat untuk melakukan sesuatu yang penting untuk kehidupan Anda.

Mungkin “santai dong” yang dilontarkan oleh teman saya kepada saya adalah tanpa maksud serius. Tapi mau gimana lagi, waktu itu saya lagi agak ngantuk.. :| Ga bisa mikir jernih.. Tapi hasil dari ‘renungan pagi’ saya itu cukup baik. Inilah hasilnya, tulisan yang sedang Anda baca ini. :D Dan seperti yang saya telah tulis di atas, tidak sampai beberapa jam setelah orang yang berbicara seperti itu pada saya, saya dan orang itupun ngobrol seperti biasa.

Yang artinya, adalah benar bahwa sayalah yang menangkap terlalu serius kata-kata teman saya. :| Misundertanding terjadi di mari.. Ahahah. :D

Hikmah yang bisa diambil dari itu adalah “Coba untuk berpikir jernih terhadap apapun yang Anda dengar, responlah dengan benar.” Coba untuk berpikir positif terhadap maksud lawan bicara Anda berbicara seperti itu pada Anda. Misalnya, ada yang mengatai Anda “Anjing loe!”. Nah, anggap saja dia sedang mengingatkan Anda pada anjing Anda. Sudahkan Anda memberi anjing Anda makan? Lagi ngapain yah dia sekarang? Stok dog food di rumah masih banyak ga yah? Atau Anda juga bisa mengingatkan dia untuk segera memakai kacamata karena rabun pada matanya sudah sangat parah sampai2 dia salah mengira Anda sebagai anjing. Anda harus memakluminya sampai dia memakai kacamata yang cocok dengan kerabunannya, alias sampai dia tidak salah melihat Anda lagi.

Intinya take it easy lah.. Be an easy-going person..Atau seperti kata guru Native saya hari ini, “laid back” :D

Semoga berhasil dan semoga membantu.. Atau setidaknya semoga menambah pengetahuan Anda tentang pemikiran orang lain, salah satunya pemikiran saya.. :D

2 Responses to “Santai Dong!!”

  1. wew.. pasti backsoundnya adalah Lagunya Rhoma Irama yah yg judulnya Santai! :mrgreen:

  2. Asoy.. Ahahah..
    Bukan sih.. :|
    :D
    (Aduh jadi geje.. Pasti gara2 begadang.. :|
    Begadang jangan begadaaaaaa~ngg..)

Leave a Reply