Tentang Cinta
(Jarang2 gue nulis tentang ini di Blog. Padahal di sebuah forum, guelah salah satu moderator di subforum “Love, Life, and Friendship”..)
Ada yang bikin gue mikir selama ini.. Dan hal itu adalah hal yang orang lain sebut cinta..
(Cinta di sini yang gue maksud adalah Eros, alias cinta antara perempuan dan laki2.)
Ada ga sih sebenernya?
(Pertanyaan bodoh
yang menurut gue ga bodoh..)
Jelas2 banyak orang punya pacar, berpasangan, punya suami, punya istri. Mereka bilang itu berdasarkan cinta. Dan gue masih nanya cinta itu ada apa ga.
Tapi pertanyaan gue itu ada dasarnya.. Apa mereka bener2 mengalami hal yang namanya cinta? Bukan karena keterbiasaan sering bertemu dan berinteraksi, kagum karena kelebihannya dimana dia bisa melakukan segala sesuatunya dengan lebih baik dari kita, atau terbuai estetika semata? (begh bahasanya)
Sering gue berpikir, apa gue pernah merasa jatuh cinta? jawabannya “GA”. Kedengeran pesimis ya.. Tapi itu kenyataannya. Gue ga pernah ngerasa jatuh cinta baik ke lawan jenis maupun ke sesama jenis –apalagi setengah lawan jenis–
Gue selalu menganggap yang gue rasain itu bukan cinta. Melainkan rasa kagum atau yang lainnya.
Gue menganggap ada keadaan dimana gue terbiasa bertemu orang yang sama dan terbiasa berinteraksi dengan orang2 itu, sampai kalau orang itu ga ada rasanya ada yang kurang. Kangen istilahnya. Tapi apakah cinta? Kayaknya bukan.. Kangen mungkin terjadi kalo kita tiba2 kehilangan suatu hal yang biasanya ada, yang sudah menjadi sesuatu yang common di otak kita.
Baru2 ini penggaris gue ilang. Gue nyari ke mana2 dan ga bisa nemuin penggaris gue itu, penggaris yang udah sekian lama menghuni kotak pensil dan membantu membuatkan garis di kertas gue. Waktu dia hilang, gue sedih, kangen, merasa kehilangan. Dan waktu dia ketemu, gue merasa bener2 senang sampe2 gue habisin beberapa menit cuma buat megangin tuh penggaris. Kalo pendapat yang muncul adalah “Gue mungkin cinta sama penggaris gue”, artinya gue ga pernah merasa mencintai orang lain sampai ketika dia hilang dan gue menemukannya lagi gue akan meluk dia bermenit2. Setidaknya, belum sampai saat ini.
Gue mengakui kalo gue orang yang gampang kagum dengan orang lain yang punya kemampuan di bidang tertentu lebih baik dari gue. Jadi kalo mau ditelaah lagi, mungkin gue akan mengagumi semua orang asalkan gue tau kelebihan mereka. Tapi gue ga bisa tau kelebihan semua orang. Dan karena itu gue hanya kagum pada orang yang kelebihannya gue tau. Kelebihan di sini bisa dalam pengertian luas. Kelebihan dalam kepiawaiannya dalam bidang tertentu, kelebihannya dalam berpikir dengan sudut pandang berbeda, kelebihannya dalam mengatasi kekurangannya, dll. Kadang orang yang kagum terhadap sesuatu merasa dia mencintai hal itu. Padahal belum tentu juga.
Keindahan itu kadang membutakan. Kalo di sinetron2 dan film2 dari dulu sampe sekarang, ada aja film atau sinetron yang setipe jalan ceritanya. Love at First sight. Kesan Pertama begitu mengesankan. Dan dari jauh, kita ga bisa liat agamanya, surat keterangan berkelakuan baik dsb, melainkan fisik. Bisa juga sih dari sesuatu yang kita lihat dia lakukan. Tapi intinya covernya lah yang kita lihat. Kadang2 pun kalo melihat orangnya cantik atau ganteng, bagaimanapun sifat dia, orang yang terbuai ‘cover’nya buta2 aja.
Gue ga bisa bilang gue lepas dari hal di atas ini. Karena guepun menikmati keindahan yang ada pada diri seseorang. Ada seorang teman yang senyumnya bener2 menawan dan bikin orang yang ngeliatnya jadi ‘klepek2′ . Sekali waktu gue melihat senyumnya yang menurut gue best of the best. Gue ga bisa kedipin mata. Ahahah. Konyol sekali. Tapi mungkinkah karena gue suka senyum orang itu maka gue dibilang jatuh cinta sama dia? Belum tentu.
(Tapi dia emang selain senyum oke, body juga mendukung, jago fisika matematika pula, konyol, laid back, dll. Hmm.. Ga heran banyak yang terpesona sama dia. ahahah)
Apa gue pernah merasa jatuh cinta? jawabannya, “GA”. Kedengeran pesimis memang, tapi itu kenyataannya.
Tapi.. Kalo ditanya “Apakah gue pernah jatuh cinta?” Jawabannya, “Mungkin iya”..
Karena kalo kata orang2, cinta itu bisa datang tanpa kita sadari.
Dan mungkin itulah cinta. Terlalu misterius. Tau2 dia ada. Ga jelas Seperti apa dia. Bagaimana rasanya. Mungkin cinta itu ada di hidup kita tapi kita ga tau itulah dia.
Dan itulah yang mungkin terjadi pada gue..
Gue juga bingung. Sebenernya, seperti apakah cinta yang gue tunggu untuk gue rasakan itu? Mungkinkah gue pernah jatuh cinta tapi gue ga pernah menyadarinya karena gue ga mau menganggap gue jatuh cinta padahal gue ga sedang jatuh cinta?
Berakhir seperti biasa: “Someday We’ll know..”
26 March 2008 at 8:57 pm
wew, nice view, unik juga pandangan lo “bout love”
30 March 2008 at 9:03 pm
kasih tau g klo u ud tau cinta itu kaya gimana
g jg masih terus mencari artinya yg tampaknya semakin menghilang dari dalam hidup g……
1 April 2008 at 11:31 pm
Love is… emptiness in the fullness… fullness in the emptiness… a meaningless thing in the meaningful life, however also a meaningful thing in the meaningless life… Make you happy when you are sad… make you sad when you are happy…
Wooow… Love is amazing booooooooowwww… Alalalala… Carilah cinta sampai ke negeri Cina… Huahuahuahuahua… 8-}
2 April 2008 at 9:29 pm
wah .. ya emg kadang2 begitulah cinta ..
kadang2 kita sendiri bingung apa kita itu lagi jatuh cinta ato ngga .. tapi banyak tanda2 yang bikin kita itu sebenernya jatuh cinta apa ngga .hehe sotoy ah gw . hehe salam kenals ! ^^
4 April 2008 at 2:08 am
love is cinta…. *kaburrrrr*
salam kenal
16 October 2008 at 9:03 pm
[...] Perasaan.. Berasa Lagi Melan.. Gue baru baca-baca lagi post gue yang dulu pernah gue tulis. Tepatnya yang ini.. [...]