I wrote what I wrote

Mellow Selesai (Moga2, AMIN)

Sekian lama tidak menulis blog. Akhirnya gue nulis lagi.

Yah, setelah diterjang begitu banyak ulangan, begitu banyak masalah, lika-liku kehidupan..

Halah

Ahahahaha.

Intinya gue lama ga nulis karena banyak sekali hal yang terjadi, entah yang menyenangkan maupun yang ga terlalu menyenangkan. Ataupun yang biasa2 aja.

Menyenangkan pas hari Jumat, waktu misa Requiem di gereja yang merupakan event sekolah. Ada Romo yang baru meninggal, yang biasanya mimpin misa sekolah gue. Bukan itu yang membuat gue senang tentunya. Gile aje ada orang meninggal dan gue seneng.

Gue cukup senang karena gue diberi kesempatan pertama kalinya jadi solis di koor. Yah, biasanya gue nyanyi sebagai soprano gilakk di ujung atau di tengah2 yang laen. Kali ini..

Gue di berdiri sendiri di depan, dimana di belakang gue, anggota koor yang laen duduk dan di samping gue para umat2 berjejer baris menerima komuni, menyanyikan lagu ‘Pie Jesu’ sendirian diiringi Clement.

Saat gue pertama buka suara, gue liat putra altar yang ada di dekat gue nengok ke arah gue. Dan gue yakin orang2 di sekitar gue pun noleh pengen liat siapa itu yang tiba2 memecah kesunyian. Gue memang gugup, tapi gue ga ngeliatin orang2 yang ngeliatin gue, jadi setidaknya gue ga akan lebih gugup lagi. Maka itu terlihatlah gue sebagai seorang cewe rambut panjang berjaket ijo tanpa keliatan jelas mukanya. Karena gue ga menghadap ke orang2.

Gue cukup puas dengan suara gue saat itu, walaupun kendalanya agak banyak. Tenggorokan gue seret banget karena lupa minum, dipilih untuk solisnya hari h-1 sore2, latiannya h-45menit dan cuma diulang 2 kali, pengiringnya ga tau lagunya dan belajar lagu itu h-1, dan hal2 ajaib lainnya. Tapi gue cukup puas karena setidaknya suara gue bisa dinikmatin sebagian orang dan mungkin juga, Romo Balduinus (atau Romo Baldwinus?) yang udah bahagia di sisiNya.

Gue kurang tau c siapa yang ngerequest supaya lagu ‘Pie Jesu‘ itu dinyanyiin. Dan awalnya memang bukan gue yang ditunjuk pembina koor buat nyanyiin lagu itu. Tapi segala sesuatunya terlihat seperti sudah diatur dari sononya supaya gue nyanyi hari itu sama ‘Yang Bersangkutan’.

Intinya, gue senang hari itu.

Dan selepas saat itu, semuanya jadi kelabu.

Sampai Rabu lalu, gue bisa dibilang hampir setiap hari overacted skali. Jujur aja sebenernya gue lagi down banget secara emosional. Kayak udah jatoh di dalam keramaian, trus diinjak2 oleh orang2 yang lewat. Bukan cuma sekali kalo diibaratin ketimpa tangga. Tapi gue sok2 mau tetep keliatan ceria tapi malah keliatan kayak orang gila.

OK. Emang biasanya gue juga kayak orang gila. Tapi kali ini lebih awut2an.

Gue berasa patah hati.

Yeahh baby.

Patah hati di tengah kerumunan orang2 yang sedang mabuk asmara.

Paradoks sekali.

Plus diterpa masalah tentang sahabat deket gue sebagai hiperbonus. Sipp jleb banget dah.. Plus bonus2 yang laen seperti ulangan2 tiap hari, latian koor buat konser bareng JCYC ntar Desember, belajar 1 map penuh lagu buat Sabtu nanti yang baru dikasih Jumat lalu, dan laen2.. Belum lagi masalah yang gue ga inget. Ahahahah.

Setelah gue cape nangis tiap hari, meratapi apa yang terjadi, makan sekali sehari.. Lebai skali ahahah

Yah, intinya setelah gue down, hari Rabu lalu alias kemaren, gue putuskan untuk mengakhiri semuanya. Gue selesaikan masalah dengan teman baek gue itu. Dan kami kembali seperti biasa seperti dulu lagi.

Masalahnya cukup bisa gue atasi. Because I love them two, my best friends, with every little thing in and on them.

Tapi untuk orang yang bikin gue ‘patah hati’ itu..

Well, things will never be the same, man.

I had given you a chance and you didn’t take it serious.

Then you have to go with your own consequences, since it’s your own decision.

You want us to be just friends, it’s okay.

But I can’t pretend to be the one I had been before, doing things the way I had done to you before, saying things the way I had said before..

Since I can put no more feeling in what I’ll do, or I’ll say, to you..

But I have no idea what will occur between us next and I don’t want to think about it

Sorry and thanks

for everything.. :)

Yeahh…

Cukup aja mellow2nya..

Dengan ini harusnya gue bisa jadi tambah kuat ngehadapi apa yang harus gue hadapi selanjutnya. Lebih tahan banting. Dan lebih tahan golok. Ga deng, emangnye gue debus.

Ahahahah.

Kayaknya harus cepet2 balik ke depan buku Fisika gue.. Besok ulangan sebenernya tapi pengen banget nulis blog, ahei ahei.

C=q/V, dielektrikum, kapasitor eletrolit,

hmm.. Bye2 :D

Kapasitor variabel, permitivitas vakum..

Advertisement

5 Responses

  1. wew.. :|

    minggu ini semua masalah HARUS sudah selese.. :D

    9 November 2008 at 11:47 am

  2. “Patah hati di tengah kerumunan orang2 yang sedang mabuk asmara.”
    She also wants me to be her friends!
    Aiiiii! Parah! Masa lo juga! Apa kita bikin klub aja?

    11 November 2008 at 12:27 am

  3. wah… g uda lama ga denger update-an….

    ceritaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………..

    11 November 2008 at 9:46 am

  4. @Gatha: Dan memang sudah selesai. Yey! :D

    @Yosu: Nooo.. We gotta move on, bro! :D

    @chiie: okeeeeeeeeeeeeee……. Jadi gini.. Trus gitu.. iya.. Trus belok.. Trus ada kucing lucuuu.. Ho oh.. Ya, gitu. Ok? Ok?

    15 November 2008 at 7:19 am

  5. Pingback: Absurd Flashback « Uchov, Andriany. (20xx). A life of a mind. World: My hands.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.