Apakah mencintai itu harus memiliki?
Untuk pertanyaan ini, rada munafik kalo ada orang yang sedang kasmaran menjawab ‘GA’. Kalopun dia menjawab ‘GA’, Anda mungkin tahu darimana suara tangisan tengah malam nanti berasal. Ya, siapa sih yang ga mau memiliki orang yang dicintainya?
Ada beribu alasan kenapa seseorang, Anda misalnya, merasa harus memiliki orang yang Anda cintai.
1. Anda takut dia kenapa2. Supaya dia dapat selalu berada di bawah pengawasan Anda, Anda merasa harus memiliki dirinya, alamat rumahnya, nomor telepon rumahnya, nomor HP-nya, nomor HP bonyoknya, nomor HP pembantunya, bahkan nomor HP tukang bajaj langganannya kalo tukang bajajnya punya HP.
2. Anda merasa Anda lebih cocok untuknya dibanding orang lain. Yah, asal masih wajar aja. Kalo Anda kayak Tukul tapi merasa cocok sama Selena Gomez, sepertinya Anda harus tidak perlu introspeksi lebih lanjut kalo Anda ditolak untuk yang kesekian kalinya.
3. Anda merasa dia membutuhkan Anda. Sebagai sumber kasih sayang, sumber penghasilan, pelindung, cleaning service, pembantu rumah tangga, atau supir cadangan kalo supirnya sedang mudik.
4. Kalo memiliki dia, pamor, keuangan, atau jabatan Anda meningkat. Dari naik taksi, jadi naik mersi. Dari jualan mpek2 kapal selam yang bisa digoreng, jadi jualan kapal selam yang bisa tenggelam. Padahal kata Mbah Suroso, dia ga cocok loh kerja di air.
5. Anda merasa harus memilikinya untuk memanfaatkan fitur2 yang ada pada dirinya. Misalnya, dia pandai, bisa digunakan untuk ngerjain PR. Bisa diajak untuk hang out bareng. Atau bisa diajak foto2 bareng. Bisa untuk telpon2an atau smsan kalo lagi bosen. Bisa dimainin, bisa untuk internetan juga. Ada game sudokunya. Ada phonebooknya. Touch Screen lagi. Kalo ada yang nelpon bisa ada lagu2 gitu. Hanya Rp. x.999.999,00. OK. Itu bukan orang. Itu HP gue. Gue mencintainya dan gue memilikinya.
6. Anda perlu objek untuk melampiaskan rasa cinta Anda padanya lewat kata2, perbuatan, kartu ucapan, Sms, telepon, yang kebanyakan tidak jelas intinya apa.
7. Anda tau Anda mencintainya dan itu sudah cukup untuk memilikinya. Lebih malah, bisa buat beli es krim.
8. Anda tidak ingin dia dimiliki orang lain.
9. Dan lain2. Gue tau lo ga berharap gue akan menuliskan ribuan alasan (yang makin lama pasti makin ga jelas) di sini.
Kira-kira apa alasan Anda ingin memiliki dia? Ayo dipikir.. dipikir.. kir.. kir..
Apakah dengan Anda memilikinya, dia akan bahagia? Ayo dipikir.. kir..
Kalo gue pribadi, dengan berbagai hal yang pernah gue hadapi, malah menemukan banyak alasan (yang mungkin ga akan habis gue tulis kalo gue tulis semua) dan pertimbangan kenapa gue ga harus memiliki orang yang gue sayangi.
1. Karena gue hidup bukan hanya untuk menerima, mengambil, dan memiliki berbagai hal. Tapi juga untuk memberi, melepas, dan kehilangan berbagai hal juga. Ada yang harus gue miliki, ada yang harus gue relakan, dan ada yang harus gue miliki lalu relakan. Keadaan akan selalu begitu, dan gue harus selalu siap.
2. Karena keadaan saat dia tidak gue miliki dan dia gue miliki tidak sama. Dia mungkin tertawa bahagia waktu bebas, tapi setelah gue miliki, tawa itu bisa saja hilang. Ada kemungkinan dia ga akan bahagia bersama gue atau gue ga bahagia bersama dia. Gue dan dia sama2 berhak menemukan kebahagiaan kami masing2.
3. Karena orang yang kita sayang belum tentu juga menyayangi kita. Yang terbaik menurut kita belum tentu juga adalah yang terbaik untuk kita.
4. Karena ga ada alasan kuat buat gue untuk memiliki dia.
5. Karena seringkali yang gue kira bisa gue miliki adalah sesuatu yang tidak bisa gue miliki. Dan ga jarang juga, orang2 merasa gue telah mengambil ‘milik orang lain’, padahal gue tidak mengambil’nya’. Lalu mereka membenci gue atau membuat gue membenci mereka. And that really hurts.
6. Karena perasaan nyaman dengan keadaan yang ada sekarang, tanpa ada ‘kepemilikan’.
7. Karena sayang, cinta, suka, tergila-gila, dan komplotannya, masih sangat rancu untuk gue. Masih berasa cuma ilusi semata buat gue.
8. Karena gue takut memiliki dan takut kehilangan? Memiliki lalu kehilangan sesuatu yang sangat berarti rasanya seperti diangkat tinggi-tinggi lalu dihempas keras ke tanah.
9. Karena kadang kita telah memiliki hal itu tanpa kita sadari.
..Atau karena menurut gue cinta itu ga harus memiliki?
Atau karena menurut gue hasrat untuk memiliki hanyalah hasrat yang menyakitkan karena ga ada yang bisa dimiliki secara abadi?
Atau sebenernya gue hanya sedang membohongi diri dengan banyak sekali alasan-alasan sebagai mekanisme perlindungan perasaan karena gue takut disakiti?
Apakah takut disakiti adalah sikap pengecut?
Kalo menurutmu iya, mungkin kamu juga pengecut. Atau kamu sudah terlalu bebal menjadi pengecut sehingga ga takut lagi. Atau kamu terlalu pengecut, terlalu takut untuk dibilang sebagai penakut, terlalu takut dengan predikat pengecut?
Mungkin Anda akan berpikir, kemudian apa yang gue miliki sekarang?
Well, banyak. Banyak sekali malah mungkin. Karena seorang pengecut yang paling takut untuk memiliki sekalipun, pasti memiliki sesuatu, seperti ketakutan akan sesuatu misalnya.
‘Gue’ di sini bukan hanya gue, gue yakin. Pasti ada ‘gue’2 lainnya yang merasa tidak perlu memiliki berbagai hal. Tapi, segala sesuatunya terjadi untuk kebaikan kita sendiri. Apapun yang harus kita terima, buang, miliki, hilangkan, dan sebagainya, adalah yang terbaik untuk kita.
Yah, jangan mengharapkan terjadinya hal2 yang Anda anggap baik untuk Anda terima.
Cukup berharap saja bahwa yang terjadi pada Anda dapat Anda terima dengan baik.
___________________________________
Flu mewabah di rumah gue..
Tenggorokan gue kering, gatal, membuat gue batuk-batuk..
Yang sepertinya juga membuat gue merasa mual..
Otak dan pikiran sepertinya sedang tidak bisa diam, ngalor ngidul kemana-mana..
Mulai ngantuk pula..
Dan hari ini adalah H-13 Ujian Nasional, H-2 Pemilu, which is not very interesting for me..