Katakan,
bagaimana campuran hembusan udara yang melenggang berjamaah melewati sambutan pita suara dengan kolaborasi koreografi bibir, lidah, dan rahangmu itu bisa membuat neuron-neuron saya terlonjak saling menjambak?
Katakan bagaimana itu bisa menghujam mati dering kering anak sunyi yang lama bersembunyi dalam rumah siput, membakarnya sampai semaput.
Katakan bagaimana seharusnya itu berurai kaca pecah, mengurai menoreh tiap mikromilimeter jalurnya hingga menabrak brankas terasing, memohon untuk masuk tanpa keluar lagi. Tidak akan keluar lagi. Tidak perlu keluar lagi.
Katakan.
Pada saya.
Sekarang.
Kalau berani.